SERIRIT, (18/05/2026) — Pelaksanaan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 1609/Buleleng terus menunjukkan progres yang positif dan berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng tersebut menjadi salah satu sarana strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan pedesaan. Hingga saat ini, progres keseluruhan pembangunan telah mencapai 46 persen dengan situasi di lapangan tetap aman dan terkendali.
Pada pelaksanaan pekerjaan fisik, sejumlah tahapan utama terus dikerjakan secara bertahap dan terukur. Pekerjaan pemasangan batu gunung lantai dasar pylon dan pengecoran telah mencapai 100 persen. Selain itu, pemasangan bowplank penggalian pondasi tapak tepi dekat dan tepi jauh juga telah selesai seluruhnya. Sementara itu, pengerjaan penggalian lubang anchor bentangan bawah telah mencapai 55 persen dan pekerjaan pemasangan besi cerucuk untuk pondasi tiang pylon serta besi angkur bandul mencapai 44,5 persen. Untuk pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi dekat mencapai 92 persen, sedangkan pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi jauh mencapai 88,5 persen.
Di sisi lain, proses pengecoran pondasi tiang pylon dan bandul baik pada tepi dekat maupun tepi jauh masing-masing telah mencapai 39 persen. Kegiatan dropping dan pelangsiran material juga terus dilakukan guna mendukung percepatan pembangunan. Pada tepi dekat, distribusi material telah mencapai 35 persen yang meliputi pasir sebanyak 6 truk, batu gunung 4 truk, sirtu 6 truk, papan cor 19 lembar, semen 250 sak serta besi 60 batang. Sedangkan dropping material pada tepi jauh mencapai 30 persen. Adapun panjang bentangan sungai tercatat sepanjang 50 meter dengan panjang keseluruhan jembatan mencapai 60 meter.
Dalam mendukung kelancaran pembangunan, personel yang dilibatkan terdiri dari 15 personel Koramil dan 1 personel Zibang. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan penuh semangat dan mengedepankan faktor keamanan kerja di lapangan. Cuaca yang cerah sejak pagi hingga sore hari turut membantu kelancaran proses pengerjaan sehingga seluruh tahapan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Ke depan, pekerjaan akan difokuskan pada pengecoran blok angkur dan pengecoran tiang pylon sebagai bagian dari tahapan konstruksi berikutnya. Diharapkan pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini dapat segera rampung sehingga memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas, mempercepat aktivitas ekonomi warga, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Buleleng.