Progres Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Seririt Capai 19 Persen

SERIRIT, (27/04/2026) — Pelaksanaan pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, terus berjalan secara bertahap dan terencana. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur wilayah guna memperkuat konektivitas antar desa serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan. Pada tahap pekerjaan fisik, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan dengan progres yang bervariasi. Pekerjaan pemasangan bowplank penggalian pondasi tapak di kedua sisi telah mencapai 100 persen. Sementara itu, pemasangan batu gunung pada lantai dasar pilon disertai pengecoran telah mencapai 37 persen. Pekerjaan pemasangan besi cerucuk untuk pondasi tiang pylon dan besi angkur bandul tercatat sebesar 16,5 persen, disusul pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi dekat sebesar 16 persen serta pengecorannya sebesar 15 persen. Di sisi lain, pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi jauh telah mencapai 12 persen, dengan pengecoran sebesar 11,5 persen. Kegiatan pendukung lainnya juga terus dilaksanakan, termasuk proses penggalian lubang anchor bentangan bawah yang telah mencapai 5 persen. Selain itu, distribusi dan pelangsiran material di tepi dekat telah mencapai 15 persen, meliputi pasir, batu gunung, batu split, sirtu, papan cor, semen, dan besi. Sementara itu, distribusi material di tepi jauh masih berada pada tahap awal dengan capaian 10 persen. Beberapa item pekerjaan seperti pembuatan garpu dan anchor serta pemasangan plang identitas dan pengecatan masih belum dimulai. Secara keseluruhan, progres pembangunan jembatan hingga saat ini telah mencapai 19 persen. Kegiatan ini melibatkan personel TNI AD dari Koramil sebanyak 5 orang dan Zibang sebanyak 2 orang, serta didukung oleh partisipasi aktif masyarakat setempat sebanyak 12 orang. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana. Adapun kondisi situasi selama pelaksanaan kegiatan terpantau aman dan terkendali. Cuaca pada pagi dan siang hari terpantau cerah, sementara pada sore hari terjadi hujan yang tidak menghambat secara signifikan jalannya pekerjaan. Rencana kegiatan selanjutnya meliputi pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi jauh, penggalian lubang anchor, serta pelangsiran material untuk mendukung percepatan pembangunan di sisi tepi jauh.