Rakor FKKD 2026, Pasi Intel Kodim 1628/SB Tekankan Pentingnya Deteksi Dini ATHG

Sumbawa Barat, NTB – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Daerah (FKKD) Tahun 2026, Jumat (10/04/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Merdeka Kantor Kesbangpol, Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendeteksi potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) di wilayah. Rapat dipimpin oleh Asisten III Pemda Sumbawa Barat dan dihadiri sekitar 30 peserta dari berbagai unsur, di antaranya Kepala Kesbangpol, Pasi Intel Kodim 1628/Sumbawa Barat, Kasat Intel Polres Sumbawa Barat, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, para camat se-Kabupaten Sumbawa Barat, serta undangan lainnya. Dalam laporannya, Kepala Kesbangpol Sumbawa Barat menyampaikan bahwa kondisi daerah dalam beberapa tahun terakhir relatif kondusif dengan angka konflik sosial yang masih berada pada level nol (zero konflik). Ia juga mengapresiasi langkah cepat sejumlah pihak, termasuk camat, dalam mendukung pembentukan dan penguatan FKKD di tingkat wilayah. Sementara itu, Asisten III Pemda Sumbawa Barat dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan seluruh elemen untuk memilah kritik yang bersifat membangun dengan potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas daerah. Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak mampu mendeteksi secara dini setiap potensi gangguan, baik yang muncul di masyarakat maupun melalui media sosial. “Setiap indikasi yang berpotensi menjadi gangguan harus bisa dideteksi sejak awal, sehingga dapat diantisipasi dengan langkah yang tepat,” ujarnya. Dalam pemaparannya, Kasat Intel Polres Sumbawa Barat menyoroti sejumlah isu aktual, seperti kelangkaan minyak goreng dan antrean gas LPG 3 kilogram yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. Selain itu, menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades), potensi konflik akibat praktik perjudian juga menjadi perhatian serius. Ia juga mengingatkan adanya potensi kemarau panjang berdasarkan informasi BMKG, yang berisiko menimbulkan kekeringan dan kebakaran hutan. Di samping itu, potensi aksi unjuk rasa terkait kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi juga perlu diantisipasi. Dari sisi penegakan hukum, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat mengungkapkan peningkatan sejumlah kasus menjelang hari besar keagamaan, seperti pencurian, kekerasan seksual yang melibatkan anak di bawah umur, serta kasus narkotika. Selain itu, aktivitas pengiriman ternak keluar daerah menjelang Idul Adha juga menjadi perhatian. Sementara itu, Pasi Intel Kodim 1628/Sumbawa Barat menyampaikan sejumlah temuan di lapangan, di antaranya adanya kegagalan panen di beberapa wilayah serta permainan harga oleh oknum agen LPG. Ia juga menyoroti maraknya peredaran minuman keras, khususnya di wilayah tambang seperti Kecamatan Maluk. “Menjelang Pilkades, potensi kerawanan tetap ada, sehingga deteksi dini dan koordinasi antarinstansi harus terus ditingkatkan,” ungkapnya. Rapat ditutup dengan sesi foto bersama, dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga selesai pada pukul 10.35 Wita. (Pendim 1628/KSB)