Kab. Bandung, - Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.Int, bersama jajarannya mengikuti rapat Zoom bersama Letjen TNI Bambang Trisnohadi (Kaaster Panglima TNI) serta seluruh jajaran Kodam, Korem, dan Kodim di wilayah Indonesia Tenggara.
Kegiatan yang berlangsung di KDKMP Cangkuang Wetan Kecamatan Dayeuhkolot ini bertujuan untuk mengevaluasi percepatan pembangunan Koprasi Desa Merah Putih (KDMP). Didampingi Pasiter Kodim 0624/Kabupaten Bandung Kapten Inf Encep, para Pasi Kodim, dan Danramil jajaran, Dandim mengikuti arahan serta pemaparan progres pembangunan KDMP dari berbagai pihak, Senin, 31 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., menjelaskan progres pembangunan KDMP di wilayah Kodam III/Siliwangi. Sampai saat ini, sebanyak 286 titik KDKMP telah selesai dibangun secara penuh (100%), atau sekitar 7,36% dari target yang harus dicapai hingga 1 Agustus 2026 yaitu 3.888 titik. Jumlah lahan yang telah tercatat dan masuk ke dalam portal pemetaan sebanyak 3.053 titik. Meskipun demikian, Kodam III/Siliwangi bertekad untuk mengejar ketertinggalan dan berharap dapat menjadi contoh serta motor penggerak bagi Kodam lainnya di wilayah Jawa.
Untuk mendorong percepatan pembangunan dan mencapai target nasional 35.000 titik hingga 1 Agustus 2026, Kodam III/Siliwangi telah menetapkan beberapa langkah strategis. Antara lain: mendorong setiap Kodim untuk menambah jumlah pekerja dan mempersiapkan material yang siap digunakan; melaksanakan pengawasan terhadap proses serah terima jabatan Dandim; mencari lahan pengganti untuk titik yang tidak dapat dibangun namun sudah terdaftar di portal; meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, BUMN, serta kementerian/lembaga terkait untuk mempercepat proses perijinan; serta melakukan evaluasi progres pembangunan setiap hari Senin.
Dalam arahannya, Kaaster Panglima TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi menyampaikan bahwa progres pembangunan KDMP nasional masih berada di bawah target yang telah ditetapkan. Per tanggal 31 Maret 2026, jumlah KDKMP yang telah terbangun sebanyak 3.481 titik (sebanyak besar di Pulau Jawa), padahal target yang seharusnya tercapai pada tahap ini adalah 15.000 titik.
“Meski masih jauh di bawah target ideal 15.000 titik, sisa waktu yang ada masih memungkinkan kita untuk mencapai target nasional 35.000 titik. Hal ini dapat terwujud jika kita bekerja dengan penuh semangat dan sesuai dengan arahan dari Wakil Panglima TNI,” ucapnya.
Beliau juga menekankan agar seluruh jajaran tetap fokus pada pelaksanaan program dan tidak terpengaruh oleh berbagai gangguan, terutama yang muncul di media sosial. “Kita harus berani maju dan terus melangkah. Setiap keputusan yang diambil akan berdampak pada hasil yang diharapkan, sehingga perlu dilakukan sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Menurutnya, target pembangunan KDMP yang telah ditetapkan sebesar 6.262 titik, sementara Kodam Brawijaya telah mencapai 6.329 titik. Bagi Kodam di wilayah Sumatera seperti Kodam Sriwijaya dan Kodam Iskandar Muda, meskipun pernah dihadapkan pada bencana alam, pihaknya tetap berusaha untuk bangkit setelah menyelesaikan tahap penanggulangan bencana.
“Kepada para Pangdam diharapkan dapat mengorkestrasi seluruh elemen untuk mempercepat pembangunan KDMP, memanfaatkan satuan Paldam dan lainnya untuk bekerja secara paralel. Dukungan dari para ahli juga diharapkan dapat menjadi pendorong kecepatan pembangunan,” pungkasnya.
Saat ini, progres pembangunan KDMP yang telah tercatat di sistem Agrinas mencapai 39,9%, dengan sedikit perbedaan jika dibandingkan dengan data yang diterima oleh pihaknya. (Pen)