Jalan Dibuka, Air Tetap Mengalir, TNI Pikirkan Sawah Warga
Subang, - Jalan 1.500 meter yang dibuka Satgas TMMD ke-130 di Cupunagara, bukan cuma soal tanah yang diratakan. Minggu 25 Oktober 2026, di tengah jalur berlumpur itu, personel Satgas justru jongkok mengukur aliran air kecil, yang melintas di antara sawah warga.
Air itu kecil, tapi bagi petani itu nyawa. Jika jalan menutup alirannya, sawah bisa kering, kebun bisa banjir. Karena itu, sebelum jalan jadi, gorong-gorong disiapkan lebih dulu, agar air tetap punya jalan pulang.
"Pembangunan gorong-gorong penting, agar aliran air tetap berjalan baik, dan tidak mengganggu fungsi jalan," tegas Dansatgas TMMD ke-130 Letkol (Czi) Deny Widi Anggoro.
Jalan lebar 4 meter ini, akan menghubungkan Kampung Gunung Geulis dengan Kampung Cisaga, Babakan Loa, hingga Cisegel. Jalur yang selama ini terputus, karena galengan dan selokan, kini disambung tapi tanpa memutus aliran yang menghidupi padi warga.
"Karena jalur ini melintasi kawasan pertanian, kondisi aliran air perlu diperhatikan, agar infrastruktur dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal," pungkasnya.
Bagi Abah Ujang (58), petani pemilik sawah di pinggir jalur, gorong-gorong itu lebih penting dari aspal. Ia pernah lihat di desa lain, jalan bagus tapi air mampet, akhirnya sawah tetangga jadi kolam.
"Kalau air lancar, padi kami selamat. Jalan bagus, tapi kalau air tersumbat, kami yang susah. Terima kasih TNI, mikirin sampai ke airnya, bukan cuma jalannya," ujar Abah Ujang sambil menunjuk aliran, yang kini dipasangi buis beton oleh Satgas. (Pen)