Danrem 061/Suryakancana Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada 500 Santri Al-Ma'tuq Sukabumi
Sukabumi, – Komandan Korem 061/Surya Kencana Brigjen TNI Thomas Rajunio, S.I., B.S., M.Tr. (Han) memberikan kuliah umum bertema “Penguatan Kesadaran Nasional dan Semangat Bela Negara” di Institut Al-Ma'tuq, Jl. Kadudampit KM 3, Gunungjaya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Senin (19/10/2026) pukul 08.30 WIB.
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 santri Pesantren Al-Ma'tuq tersebut turut dihadiri Kasipers Kasrem 061/SK Kolonel Inf Yudi Haryanto, Kasdim 0607/Kota Sukabumi Mayor Arm Nanda Supriatna, Danramil 0709/Cisaat Kapt Inf R. Darkina, Staf Ahli Bupati Sukabumi Tri Romadhono Suwardianto, Kepala Desa Gunungjaya Anwar Musaddad, serta jajaran pimpinan Yayasan Al-Ma'tuq.
Kepala Yayasan Al-Ma'tuq Ust Ade dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap para santri dapat mempedomani materi wawasan kebangsaan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap NKRI.
Sementara Staf Ahli Bupati Sukabumi Tri Romadhono Suwardianto yang hadir mewakili Bupati Sukabumi, mengapresiasi konsistensi TNI dalam menjaga keutuhan NKRI melalui pembinaan wawasan kebangsaan. Menurutnya, santri harus disiapkan menjadi generasi yang kuat dalam ilmu agama, berintegritas, cinta damai, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
Dalam materinya, Danrem 061/Surya Kencana Brigjen TNI Thomas Rajunio menjelaskan bahwa Indonesia terbangun dari 1.340 suku bangsa yang mendiami 17.508 pulau dengan lebih dari 718 bahasa daerah.
Brigjen Thomas menekankan pentingnya kembali pada jati diri bangsa dan nilai-nilai luhur seperti toleransi, gotong royong, tenggang rasa, sopan santun, dan musyawarah mufakat. Ia juga mengingatkan ancaman nyata yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari ancaman populasi, ekonomi, pangan, energi, air, narkoba, hingga terorisme. Termasuk potensi konflik berlatar SARA akibat sikap primordialisme berlebihan serta aksi unjuk rasa dan tawuran anarkis yang dimanfaatkan pihak tertentu.
Danrem turut menyoroti gaya hidup generasi muda yang kecanduan media sosial hingga penggunaan HP 18 jam per hari dan game online yang berdampak negatif seperti depresi, kejahatan siber, penyebaran radikalisme, hingga pemicu konflik.
"Pelajar sebagai generasi bangsa harus dapat memilih, menggunakan dan memanfaatkan media sosial dengan bijak dan cerdas. Berlombalah menjadi generasi yang tangguh dan terbaik," tegas Brigjen Thomas.
Selain itu, Danrem mengajak seluruh komponen bangsa termasuk pelajar untuk bersatu, bahu-membahu dan tidak saling menyalahkan. Ia juga berpesan agar generasi muda menjadi pemuda idaman yakni beriman dan bertakwa, hormat kepada orang tua dan guru, serta berguna bagi bangsa dan negara.
"Toleransi dalam perbedaan, hormati perbedaan, akui harkat dan martabat, persamaan derajat, kembangkan persatuan dan kesatuan. Jangan mudah diadu domba dan waspada terhadap provokasi serta pola rekrutmen di dunia maya," pesannya.
Kegiatan kuliah umum berakhir pada pukul 11.55 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Melalui kegiatan ini diharapkan santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara sebagai bekal menjaga keutuhan NKRI. (Pen)