Jl. Veteran, RT.3/RW.2, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
+62-21-3848300
Beranda/ Informasi Publik/ Kodam III/Siliwangi
Kodam III/Siliwangi 26 October 2026

Kuwu Jumbleng Apresiasi Kunjungan Ibu Persit, Kerajinan Tike Jadi Kebanggaan Warga

Kuwu Jumbleng Apresiasi Kunjungan Ibu Persit, Kerajinan Tike Jadi Kebanggaan Warga
Indramayu, – Keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun itu hingga kini masih dipertahankan masyarakat dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para pengrajin. Kerajinan tike menjadi salah satu potensi UMKM lokal yang memiliki nilai budaya sekaligus ekonomi yang berkembang di Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kunjungan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Kodim 0616/Indramayu bersama pengurus berlangsung mulai pukul 08.30 WIB. Rombongan mengunjungi tempat usaha kerajinan tike di Desa Jumbleng yang dikelola Toto selaku pemilik usaha UMKM, pada Selasa 20 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, Ny. Tiana Tulus Widodo didampingi pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Kodim 0616/Indramayu, Danramil 1611/Losarang Kapten Inf Waryadi, serta anggota Persit Ranting 12 Koramil 1611/Losarang. Perhatian terhadap potensi kerajinan tike tersebut terlihat saat Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Kodim 0616/Indramayu, Ny. Tiana Tulus Widodo, bersama jajaran pengurus mengunjungi pelaku UMKM kerajinan tike di Desa Jumbleng. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung aktivitas usaha masyarakat sekaligus mengenalkan potensi produk lokal yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Kegiatan ini bertujuan menjalin silaturahmi dengan pelaku usaha di wilayah binaan Kecamatan Losarang sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM agar mampu menghasilkan produk bernilai jual lebih tinggi, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan pengrajin. Kuwu Desa Jumbleng, Suyanto, mengatakan kerajinan tike merupakan warisan dari generasi terdahulu yang terus dijaga oleh masyarakat desa. Ia bersyukur kerajinan tersebut kini semakin dikenal luas dan menjadi salah satu potensi lokal yang patut dibanggakan. “Kerajinan tike ini merupakan warisan turun-temurun dari orang-orang terdahulu. Alhamdulillah, sekarang kerajinan tike dari Desa Jumbleng bisa semakin dikenal masyarakat luas. Kami berharap kerajinan ini terus dilestarikan oleh generasi penerus,” ujar Suyanto. Menurut Suyanto, keberadaan kerajinan tike bukan sekadar aktivitas usaha masyarakat, melainkan juga bagian dari warisan keterampilan yang perlu dijaga keberlangsungannya. Tradisi yang diwariskan para pendahulu tersebut menjadi salah satu kekayaan lokal Desa Jumbleng. Karena itu, keberadaan para pengrajin memiliki peran penting dalam mempertahankan keterampilan sekaligus mengenalkan hasil karya masyarakat kepada generasi berikutnya. Suyanto berharap semakin luasnya pengenalan kerajinan tike dapat membuka kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka. Ia juga berharap produk kerajinan tersebut semakin dikenal masyarakat di luar Desa Jumbleng sehingga peluang pemasaran dapat berkembang. Suyanto berharap kerajinan tike yang diwariskan secara turun-temurun tersebut terus berkembang dan dikenal oleh lebih banyak masyarakat, sehingga tradisi lokal Desa Jumbleng tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi perekonomian warga. Pengembangan UMKM dinilai penting untuk membantu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Selain mempertahankan tradisi, kerajinan tike berpotensi menjadi sumber penghasilan apabila dikelola secara berkelanjutan dan didukung pemasaran yang tepat. Dengan demikian, warisan leluhur tersebut diharapkan tidak hanya bertahan sebagai keterampilan tradisional, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Selain menyambangi pengrajin tike di Desa Jumbleng, rombongan juga mengunjungi tempat pembuatan garam kristal di Desa Cemara Kulon, Kecamatan Losarang. Di lokasi tersebut, rombongan melihat potensi usaha garam yang dikelola masyarakat bersama pemilik tambak, Sudarno. Kegiatan itu turut dihadiri Kuwu Cemara Kulon Sudarno beserta perangkat desa dan ibu-ibu PKK setempat. Pengembangan usaha masyarakat diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian keterampilan lokal dan penguatan kemandirian ekonomi desa. Kunjungan ke dua lokasi usaha tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mengenalkan potensi ekonomi lokal, mulai dari kerajinan tradisional hingga produksi garam kristal. (Pen)
Kembali ke Daftar