Babinsa Cieurih Sertu Junjun R Bersama Penyuluh Pertanian Dampingi Program IRPOM, Dukung Peningkatan Produktivitas Petani
Kuningan, - Dalam upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani, Babinsa Cieurih Koramil 1508/Cidahu, Sertu Junjun R, bersama Koordinator Penyuluh Pertanian Hj. Enung melaksanakan pendampingan program Irigasi Perpompaan (IRPOM) di Dusun Kliwon Lewi Keris RT 001/005, Desa Cieurih, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan pendampingan ini bertujuan memastikan pelaksanaan program bantuan irigasi perpompaan berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan dapat membantu petani memperoleh pasokan air yang memadai, terutama saat musim kemarau atau ketika curah hujan tidak mencukupi kebutuhan lahan pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, Sertu Junjun R bersama penyuluh pertanian melakukan pendampingan dan koordinasi dengan perangkat dusun serta kelompok tani guna mendukung pemanfaatan sarana irigasi perpompaan. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu membantu pengairan sawah secara lebih efektif sehingga meningkatkan indeks pertanaman dan luas lahan yang dapat ditanami.
Sertu Junjun R mengatakan, pendampingan ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.
“Melalui pendampingan program IRPOM ini, kami berharap kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi dengan lebih baik. Kami juga mengajak para petani untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang ada agar dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Sertu Junjun R.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Hj. Enung menyampaikan bahwa keberadaan irigasi perpompaan menjadi salah satu upaya untuk membantu petani mengatasi keterbatasan air, khususnya pada lahan pertanian yang masih bergantung pada curah hujan.
“Program IRPOM diharapkan dapat membantu petani mengatur pola tanam dengan lebih baik. Dengan ketersediaan air yang memadai dan pengelolaan yang tepat, peluang peningkatan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua atau bahkan tiga kali tanam dalam setahun dapat terbuka sesuai kondisi lahan dan ketersediaan air,” ungkap Hj. Enung.
Melalui kegiatan pendampingan tersebut, diharapkan program Irigasi Perpompaan di Desa Cieurih dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kebutuhan air pertanian, meningkatkan intensitas tanam, serta mendorong peningkatan produksi pangan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara TNI, penyuluh pertanian, pemerintah desa, dan kelompok tani dalam mendukung pembangunan sektor pertanian serta mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan. (Pen)