Pangdam Jaya Pimpin Sertijab Pejabat Kodam Jaya, Tegaskan Regenerasi Kepemimpinan dan Soliditas Satuan
JAKARTA TIMUR – Regenerasi kepemimpinan menjadi langkah penting dalam menjaga profesionalisme dan kesiapan prajurit menghadapi dinamika tugas. Hal tersebut ditegaskan Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., saat memimpin Tradisi Korps dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) pejabat Kodam Jaya/Jayakarta sekaligus pelepasan personel yang memasuki masa purna tugas di Aula Sudirman, Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, jabatan Dandenmadam Jaya dijabat oleh Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han. Sementara itu, jabatan Danyon Zipur 11/DW diserahterimakan dari Letkol Czi Novianto, S.I.P., kepada Letkol Czi Muhammad Abdul Ghofur, S.S.T.Han., S.I.P. Adapun jabatan Dandeninteldam Jaya diserahterimakan dari Letkol Inf Fransisko Andy kepada Letkol Kav Eka Teguh Wijaya, S.S.T.Han., S.I.P.
Pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan organisasi dan pengembangan karier prajurit guna memastikan kesinambungan kepemimpinan, meningkatkan kinerja, serta memperkuat kesiapan satuan dalam menjalankan tugas pokok TNI AD, khususnya di wilayah tanggung jawab Kodam Jaya/Jayakarta.
Pada kesempatan yang sama, Kodam Jaya juga memberikan penghormatan kepada Kolonel (Purn) Dr. Satata Sunggoro dan Kolonel (Purn) Fathur Rochman yang telah memasuki masa purna tugas. Penghormatan tersebut menjadi bentuk apresiasi institusi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas kedinasan.
Dalam amanatnya, Pangdam Jaya menegaskan bahwa serah terima jabatan bukan sekadar pergantian personel, melainkan bagian dari regenerasi kepemimpinan untuk menjaga kesinambungan organisasi dan mendorong peningkatan kinerja satuan. Melalui proses tersebut, setiap pejabat diharapkan mampu melanjutkan capaian yang telah dirintis sekaligus menghadirkan inovasi dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.
Pangdam Jaya juga menekankan bahwa Tradisi Korps memiliki makna penting sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama sekaligus penerimaan pejabat baru. Tradisi ini menjadi momentum untuk memperkuat kehormatan, soliditas, kebanggaan, dan jiwa korsa sebagai landasan dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Melalui pergantian kepemimpinan yang terencana dan tradisi satuan yang terus dijaga, Kodam Jaya/Jayakarta berkomitmen memperkuat profesionalisme prajurit, memelihara soliditas organisasi, serta meningkatkan kesiapan dalam melaksanakan setiap tugas demi kepentingan bangsa dan negara.
(Sumber Pendam Jaya)