Deteksi Pergerakan Mencurigakan, Satgas Pamtas Yonarhanud 14/PWY Gagalkan Penyelundupan di Mota’ain
Silawan, NTT — Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY menggagalkan upaya penyelundupan 50 krat minuman kemasan bersoda jenis Coca-Cola yang diduga akan dibawa dari wilayah Indonesia menuju Timor-Leste melalui jalur tidak resmi di sekitar Pos Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/10/2026). Upaya penggagalan tersebut berawal dari pelaksanaan patroli malam oleh lima personel Pos Mota’ain yang dipimpin Danpos Mota’ain Serda Hadid berdasarkan perintah Danki SSK 1 Kapten Arh Iman Wanda. Sekitar pukul 20.15 WITA, personel mendapati adanya pergerakan mencurigakan di salah satu jalur tidak resmi dan segera melakukan pengecekan terhadap lokasi tersebut. Mengetahui kehadiran personel Satgas, orang yang diduga sebagai pembawa barang melarikan diri ke arah laut sehingga identitasnya belum dapat diketahui.
Setelah dilakukan pemeriksaan di sekitar lokasi, personel Pos Mota’ain menemukan 50 krat minuman bersoda jenis Coca-Cola yang diduga akan diselundupkan menuju wilayah Timor Leste melalui jalur Pantai. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan secara berjenjang kepada Danki SSK 1 dan Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY untuk dilakukan pengecekan serta pendalaman lebih lanjut. Sekitar pukul 21.10 WITA, empat personel Mako Satgas tiba di lokasi dan selanjutnya seluruh barang bukti dievakuasi menggunakan kendaraan menuju Pos Mota’ain untuk diamankan. Pada sekitar pukul 22.00 WITA, sebanyak 50 krat minuman bersoda tersebut telah tiba di Pos Mota’ain dan diamankan sementara untuk kepentingan pendataan, pengamanan, serta proses penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY Letkol Arh Rudi Afrika, S. Sos., menyampaikan bahwa keberhasilan penggagalan tersebut merupakan hasil dari kewaspadaan personel dalam melaksanakan patroli serta kemampuan Satgas dalam mendeteksi aktivitas mencurigakan di wilayah perbatasan. “Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan patroli, khususnya pada jalur-jalur tidak resmi yang berpotensi dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait,” tegas Dansatgas. Ia menjelaskan bahwa pengamanan perbatasan tidak hanya berorientasi pada pencegahan, tetapi juga menuntut kemampuan deteksi dini, pertukaran informasi, dan respons cepat terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan. Menurutnya, temuan 50 krat minuman bersoda tersebut menunjukkan bahwa jalur tidak resmi masih berpotensi digunakan untuk kegiatan penyelundupan sehingga kewaspadaan dan pengawasan berkelanjutan perlu terus ditingkatkan.
Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY selanjutnya meningkatkan koordinasi dan pertukaran informasi dengan unsur terkait serta memperkuat pemantauan terhadap jalur-jalur alternatif di sekitar wilayah perbatasan untuk mengantisipasi kemungkinan digunakannya rute lain oleh pelaku. Dansatgas menegaskan bahwa seluruh barang bukti akan didata, diamankan, dan didokumentasikan secara baik sebagai bahan administrasi serta tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga menekankan pentingnya pendalaman informasi guna mengetahui identitas terduga pelaku maupun kemungkinan adanya pihak lain yang mengendalikan atau menerima barang tersebut. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan, mencegah berbagai bentuk aktivitas ilegal lintas batas, serta memastikan pengamanan perbatasan RI-RDTL berjalan secara optimal dan berkesinambungan.