Cegah Penyelundupan Lintas Batas, Satgas Yonarhanud 14/PWY Gagalkan Pengiriman Solar dan Minuman Bersoda
Silawan, NTT — Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY SSK I Pos Motaain menggagalkan dugaan upaya penyelundupan 20 jerigen BBM jenis solar dengan volume sekitar 700 liter dan 30 krat minuman kemasan bersoda di wilayah perbatasan RI-RDTL, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/10/2026). Penindakan tersebut dilakukan sekitar pukul 01.15 WITA saat lima personel Pos Motaain yang dipimpin Batih Pos Motaain Sertu Septian Bimantara Putra melaksanakan patroli malam dan pemantauan terhadap jalur-jalur tidak resmi di sekitar pos. Dalam pelaksanaan patroli, personel mendapati adanya pergerakan mencurigakan di salah satu jalur tidak resmi yang mengarah ke kawasan pantai, sehingga personel segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Saat mengetahui kehadiran personel Satgas, seorang yang tidak dikenal melarikan diri ke arah wilayah Timor-Leste sehingga identitas dan pihak yang diduga terlibat belum dapat diketahui.
Hasil pemeriksaan di sekitar lokasi sekitar pukul 01.20 WITA menemukan 20 jerigen BBM jenis solar sekitar 700 liter serta 30 krat minuman kemasan bersoda yang terdiri atas 20 krat Coca-Cola dan 10 krat Fanta, yang diduga akan dibawa dari wilayah Indonesia menuju Timor-Leste melalui jalur tidak resmi. Temuan tersebut kemudian dilaporkan secara berjenjang oleh Batih Pos Motaain kepada Danki SSK I Kapten Arh Iman Wanda dan selanjutnya diteruskan kepada Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY sebagai laporan awal keberhasilan penggagalan dugaan penyelundupan. Sekitar pukul 02.00 WITA, tiga personel Mako Satgas bersama satu personel unsur terkait tiba di lokasi untuk melaksanakan pengecekan dan pendalaman terhadap barang temuan serta kondisi sekitar. Setelah pemeriksaan selesai, seluruh barang bukti diangkut menuju Pos Motaain dan pada sekitar pukul 03.00 WITA diamankan sementara untuk kepentingan pengamanan, pendataan, serta proses lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY Letkol Arh Rudi Afrika, S. Sos., menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kewaspadaan personel dalam melaksanakan patroli dan pemantauan secara berkelanjutan terhadap jalur-jalur tidak resmi di wilayah perbatasan. “Keberhasilan penggagalan ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan, deteksi dini, serta koordinasi antarpersonel dan unsur terkait dalam mencegah terjadinya aktivitas ilegal di wilayah perbatasan,” tegas Letkol Arh Rudi Afrika, S. Sos. Ia menyampaikan bahwa Satgas akan terus meningkatkan pengawasan, memperkuat pertukaran informasi, serta melakukan pemantauan terhadap kemungkinan penggunaan jalur alternatif oleh pihak-pihak yang berupaya menghindari pengawasan. Dansatgas juga menekankan bahwa setiap temuan akan ditangani secara terukur dan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui koordinasi dengan instansi terkait apabila hasil pendalaman menemukan adanya unsur pelanggaran hukum.
Sebagai tindak lanjut, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY bersama unsur terkait meningkatkan patroli dan pengawasan pada jalur-jalur tidak resmi, sekaligus memperkuat koordinasi antarpos dalam mempercepat penyampaian informasi terkait pergerakan orang maupun barang yang mencurigakan. Barang bukti berupa 20 jerigen solar dan 30 krat minuman bersoda tersebut telah diamankan dan didata sebagai bagian dari proses penanganan lebih lanjut. Satgas juga melaksanakan pengumpulan informasi dan pemetaan terhadap jalur-jalur alternatif guna mengantisipasi kemungkinan terulangnya aktivitas penyelundupan dengan modus maupun lokasi berbeda. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Yonarhanud 14/PWY dalam menjaga keamanan perbatasan, mencegah aktivitas ilegal lintas batas, serta memastikan wilayah perbatasan RI-RDTL tetap aman dan kondusif.