Jl. Veteran, RT.3/RW.2, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
+62-21-3848300
Beranda/ Informasi Publik/ Kodam IV/Diponegoro
Kodam IV/Diponegoro 21 September 2026

Musim Kemarau Mengancam Mata Air Tuk Sirah, Forkopimcam Kutasari Bergerak Lakukan Mitigasi

Musim Kemarau Mengancam Mata Air Tuk Sirah, Forkopimcam Kutasari Bergerak Lakukan Mitigasi
PURBALINGGA – Musim kemarau yang masih berlangsung menjadi perhatian serius terhadap keberlangsungan sumber mata air di Kabupaten Purbalingga. Salah satunya Sumber Mata Air Tuk Sirah di Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari. Upaya mitigasi dilakukan dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kutasari bersama masyarakat, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Danramil 04/Kutasari Kapten Arm. Kadi Suryanto, Camat Kutasari Tri Wahyu Dini Susanti, S. SSP., unsur Forkopimcam serta masyarakat setempat. Sejumlah langkah dilakukan dalam kegiatan tersebut, mulai dari sosialisasi mengenai ancaman kekeringan terhadap sumber mata air, penyerahan bibit pohon, hingga penanaman bibit di sekitar kawasan sumber mata air. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar keberadaan sumber mata air tetap terjaga, terutama di tengah musim kemarau. Camat Kutasari Tri Wahyu Dini Susanti, S. SSP., menyampaikan, jika kelestarian sumber mata air membutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak hanya dilakukan ketika terjadi kekeringan, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan. Sementara itu, menurut Danramil 04/Kutasari Kapten Arm Kadi Suryanto, jika kegiatan mitigasi tersebut merupakan langkah nyata untuk mengantisipasi dampak musim kemarau sekaligus menjaga sumber mata air agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. "Melalui kegiatan ini kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di sekitar sumber mata air. Penanaman pohon diharapkan dapat membantu menjaga resapan air dan keberlangsungan sumber mata air," ujarnya. Danramil menambahkan, jika sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai dampak musim kemarau. "Yang paling penting adalah kepedulian dan kesadaran bersama. Sumber mata air merupakan aset yang harus kita jaga dan lestarikan untuk kebutuhan masyarakat, baik saat ini maupun generasi mendatang," Imbuhnya. (MK/Pendim Pbg)
Kembali ke Daftar