Pusterad Gelar Upacara Bendera 17-an Bulan September Tahun 2026
(Pen Pusterad). Pusat Teritorial Angkatan darat menggelar Upacara Bendera 17-an Bulan September Tahun 2026. Selaku Inspektur Upacara Dirpit Pusterad Brigjen TNI Heri Dwi Subagyo, yang diikuti seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pusterad. Bertempat dilapangan Mapusterad, Jl. Setu Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (17/9/2026).
Dalam amanat Komandan Pusterad Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno, yang dibacakan Dirpit Pusterad mengatakan, Upacara Bendera yang dilaksanakan hendaknya tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan rutin dan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan disiplin, loyalitas, semangat pengabdian, serta meningkatkan tanggung jawab dalam melaksanakan setiap tugas.
Disampaikannya pula, bahwa saat ini telah memasuki akhir Triwulan III Tahun Anggaran 2026, dan akan segera memasuki Triwulan IV. Dengan demikian, waktu yang tersedia untuk menyelesaikan seluruh program kegiatan semakin terbatas. Berbagai program kegiatan, seperti Apel Dansatkowil Terpusat, Forum Kebangsaan Bela Negara Lingkup Masyarakat dan yang lainnya telah dilaksanakan dengan baik.
Namun demikian, capaian tersebut jangan membuat kita cepat berpuas diri. Masih terdapat berbagai tugas, program, dan kegiatan yang harus kita selesaikan pada Triwulan IV. Untuk itu, agar seluruh staf dan personel Pusterad segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap capaian program masing-masing.
Pastikan seluruh program dapat diselesaikan sesuai sasaran, waktu, dan ketentuan yang telah ditetapkan. Dalam setiap pelaksanaan kegiatan, pedomani seluruh peraturan dan ketentuan yang berlaku, serta tetap mengedepankan prinsip tertib administrasi, transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi, khususnya dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran.
Di sisi lain, dalam kesempatan tersebut disampaikannya agar seluruh anggota Pusterad selalu senantiasa mencermati perkembangan situasi nasional, khususnya yang berkaitan dengan potensi bencana alam maupun bencana nonalam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Gunung Sinabung, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah, serta berbagai potensi bencana lainnya membutuhkan kesiapsiagaan dan respons cepat dari seluruh komponen bangsa. Dalam menghadapi berbagai kondisi tersebut, satuan komando kewilayahan memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada paling dekat dengan masyarakat.
Diakhir amanatnya, Komandan Pusterad memberikan penekanan kepada seluruh anggota Pusterad diantaranya, agar menjaga nama baik dan kehormatan Pusterad, dan keluarga dengan senantiasa menjunjung tinggi disiplin dan hukum. Hindari segala bentuk pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, maupun tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan satuan. Bijak dan bertanggung jawablah dalam menggunakan media sosial, serta jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pelihara dan tingkatkan kebersamaan, soliditas, kekompakan, dan jiwa korsa di lingkungan Pusterad. Bangun suasana kerja yang saling mendukung, saling menghargai, dan saling mengingatkan. Keberhasilan organisasi merupakan hasil kerja bersama, sehingga setiap persoalan memiliki peran dan kontribusi yang sangat penting.