Jl. Veteran, RT.3/RW.2, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
+62-21-3848300
Beranda/ Informasi Publik/ Kodam III/Siliwangi
Kodam III/Siliwangi 16 September 2026

Dansatgas Citarum Kolonel Yanto Dampingi KSAD dan Pangdam Siliwangi Tinjau Alat Pemusnah Sampah

Dansatgas Citarum Kolonel Yanto Dampingi KSAD dan Pangdam Siliwangi Tinjau Alat Pemusnah Sampah
Bandung, – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, SH., mendampingi KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, SE, MM., meninjau langsung Alat Pemusnah Sampah (APS) di TPS Ciwastra, Kota Bandung, Jumat, 04 September 2026. Teknologi pemusbah sampah yang dikembangkan atas prakarsa KSAD bisa mampu menampung 5 ton per jam tersebut dilakukan melalui dua kali pengisian, dengan pengisian pertama alat menampung sekitar tiga ton sampah, kemudian seelah 30 sampai 35 menit diisi ulang dua ton. Dansatgas Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto mengatakan permasalahan citarum yang sangat dominan yaitu masalah persampahan dan limbah, saat ini ada satu inovasi yang dikembangkan oleh Angkatan Darat, dalam hal ini Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat, yaitu membangun suatu bentuk insinerator yang memang kondisinya sangat bagus dan bisa dikembangkan. Tadi penyampaian panitia juga sudah lulus, artinya tinggal penyempurnaan, sehingga ke depannya dengan adanya inovasi-inovasi seperti ini bisa menjadi salah satu terobosan untuk kita menyelesaikan permasalahan persampahan. Menurutnya, permasalahan di Kota Bandung adalah permasalahan persampahan yang memang sangat memprihatinkan kita semua. Saat ini banyak inovasi-inovasi yang dikembangkan, salah satunya yang ada di sini, itu adalah terobosan yang memang harus kita dukung bersama dan ini berkorelasi dengan Satgas, karena Satgas Citarum Harum untuk menyelesaikan permasalahan citarum itu salah satunya permasalahan sampah. Selanjutny kata Kolonel Yanto, sampah apabila tidak diselesaikan di permukaan akan menjadi beban di sungai, dan kalau sudah masuk ke dalam sungai permasalahannya akan menjadi lebih rumit lagi, terjadi pendangkalan, bencana alam, banjir, dan lain sebagainya. “Dengan adanya inovasi seperti ini harus kita dukung bersama untuk kita kembangkan di kemudian hari,” pungkasnya. (Pen)
Kembali ke Daftar