Jl. Veteran, RT.3/RW.2, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
+62-21-3848300
Beranda/ Informasi Publik/ Kodam IV/Diponegoro
Kodam IV/Diponegoro 14 September 2026

Cegah Karhutla Sebelum Api Membesar, Kodim Temanggung Perkuat Kewaspadaan Warga Banaran

Cegah Karhutla Sebelum Api Membesar, Kodim Temanggung Perkuat Kewaspadaan Warga Banaran
Cegah Karhutla Sebelum Api Membesar, Kodim Temanggung Perkuat Kewaspadaan Warga Banaran TEMANGGUNG – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak selalu bermula dari kobaran api besar. Kelalaian kecil, puntung rokok, pembakaran sampah, hingga aktivitas di sekitar kawasan hutan dapat menjadi pemicu yang berkembang menjadi bencana. Karena itu, pencegahan sejak dini menjadi kunci untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar Komando Distrik Militer (Kodim) 0706/Temanggung melalui Koramil 11/Tembarak di Balai Desa Banaran, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Danposramil 11/Tembarak Peltu M. Nurroziq, Kepala Desa Banaran Salim, S.Ag., Kaur TK Perhutani Kecamatan Tembarak Heru Siswanto, Ketua Basecamp Desa Banaran H. Tolib, Babinsa Desa Banaran Serda Hermanto, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan sejumlah tamu undangan. Dalam penyuluhan tersebut, Peltu M. Nurroziq menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik yang terjadi di lingkungan permukiman maupun kawasan hutan. Menurutnya, kondisi lingkungan yang kering serta aktivitas masyarakat yang menggunakan api harus menjadi perhatian bersama karena api dapat dengan cepat menjalar apabila tidak segera dikendalikan. “Pencegahan harus dilakukan sebelum terjadi kebakaran. Masyarakat harus waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api secara sembarangan, terutama di sekitar lahan dan kawasan hutan,” tegas Peltu M. Nurroziq dalam penyuluhan tersebut. Kepala Desa Banaran Salim, S.Ag., menyambut positif kegiatan penyuluhan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai Karhutla penting diberikan kepada masyarakat secara berkelanjutan agar kesadaran menjaga lingkungan tidak hanya muncul ketika terjadi kebakaran, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Kehadiran unsur Perhutani dan komunitas masyarakat dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun sinergi pencegahan. Kawasan hutan tidak dapat dijaga hanya oleh satu pihak. Diperlukan kolaborasi antara aparat, pemerintah desa, pengelola hutan, komunitas dan masyarakat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Kembali ke Daftar