Dandim Temanggung Dorong HMD-GEMAS Perketat Keamanan Pangan, MBG Tak Boleh Gagal di Meja Makan Anak
TEMANGGUNG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar memastikan makanan sampai ke tangan anak-anak. Di balik setiap porsi yang disajikan, ada tanggung jawab besar untuk memastikan makanan aman dikonsumsi, bergizi, higienis, sekaligus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pesan itu mengemuka dalam audiensi Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol INF Richie Fadly, S.Sos., bersama Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD-GEMAS), di Resto Omah Kebon, Kertosari, Temanggung, Selasa (8/9/2026).
Audiensi tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Daniel Indra Hartoko, S.E., Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung Tri Winarno, S.E., M.M., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung dr. Intan Pandanwangi Bandanarawati, M.M., Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Sarjana, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0706/Temanggung Mayor Cba Agus Jumawan, serta seluruh pejabat SPPG Kabupaten Temanggung.
Pertemuan digelar sebagai bentuk kepedulian HMD-GEMAS terhadap keamanan pangan dan keselamatan anak-anak penerima manfaat MBG. Audiensi sekaligus menjadi langkah preventif untuk memperkuat koordinasi, pengawasan, dan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam mencegah munculnya persoalan keamanan pangan, termasuk dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG.
Dalam forum tersebut, sejumlah hal strategis menjadi perhatian bersama. Di antaranya penguatan pengawasan keamanan pangan, mekanisme koordinasi dan pelaporan apabila ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi, hingga kesiapsiagaan serta prosedur penanganan cepat apabila terjadi dugaan keracunan makanan.
Wakil Ketua DPRD Temanggung Daniel Indra Hartoko menekankan agar seluruh SPPG menjalankan program MBG dengan sungguh-sungguh dan memastikan makanan yang diberikan kepada para siswa benar-benar memenuhi standar gizi dan keamanan. Menurut dia, keberhasilan program tersebut berkaitan langsung dengan upaya menyiapkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.
Sementara itu, Dandim 0706/Temanggung Letkol INF Richie Fadly menegaskan bahwa persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menginventarisasi berbagai hal strategis sekaligus memperkuat langkah bersama agar pelaksanaan program berjalan semakin baik.
“Ini bukan hanya tentang memberikan makanan kepada anak-anak. Program ini juga berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan para pemasok bahan pangan, termasuk petani-petani di daerah,” ujar Letkol Inf R Richie dalam arahannya.
Ia juga mengingatkan seluruh pengelola SPPG dan mitra dapur agar disiplin menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Kebersihan dapur, proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan harus menjadi perhatian serius karena menyangkut kesehatan dan keselamatan penerima manfaat.
Dandim juga meminta agar setiap persoalan yang muncul tidak dibiarkan berlarut-larut. Komunikasi dan koordinasi harus segera dilakukan apabila ditemukan kendala maupun indikasi makanan yang tidak layak konsumsi. Dengan komunikasi yang cepat, langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat dan potensi masalah dapat diminimalkan.
Audiensi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama para pejabat dan pengelola SPPG. Berbagai masukan dan persoalan di lapangan dibahas sebagai bahan evaluasi untuk mendorong pelaksanaan MBG di Kabupaten Temanggung agar semakin tertib, aman dan berkualitas.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Dinas Kesehatan, TNI, SPPG dan mitra dapur, pelaksanaan MBG diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah.