Jl. Veteran, RT.3/RW.2, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
+62-21-3848300
Beranda/ Informasi Publik/ Kodam IV/Diponegoro
Kodam IV/Diponegoro 09 September 2026

Babinsa Gerak Cepat Hadang Kobaran Api di Lereng Gunung Sumbing, Sekat Bakar Jadi Benteng Cegah Kebakaran Meluas

Babinsa Gerak Cepat Hadang Kobaran Api di Lereng Gunung Sumbing, Sekat Bakar Jadi Benteng Cegah Kebakaran Meluas
TEMANGGUNG – Kobaran api melanda kawasan hutan di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di petak lahan Perhutani RPH Prantean, Desa Batursari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Minggu (6/9/2026). Mendapat laporan adanya kebakaran, Babinsa Koramil 15/Kledung Kodim 0706/Temanggung bergerak cepat menuju lokasi bersama personel gabungan untuk mencegah api meluas dan mengancam kawasan hutan di sekitarnya. Laporan awal mengenai kebakaran tersebut diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung sekitar pukul 14.00 WIB. Informasi itu kemudian segera ditindaklanjuti dengan pengerahan personel menuju titik kebakaran yang berada di kawasan lereng Gunung Sumbing. Salah satu anggota Babinsa Koramil 15/Kledung, Sertu Hery Roqikun, menjadi bagian dari personel yang bergerak menuju lokasi setelah mengetahui adanya kebakaran. Dengan kondisi medan yang sulit dan akses menuju titik api yang tidak mudah dijangkau, Babinsa bersama unsur pemerintah dan relawan tetap melakukan upaya penanganan secara cepat dan terukur. Personel gabungan yang terlibat dalam penanganan terdiri atas BPBD Kabupaten Temanggung, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), Stikpala, SAR Kabupaten Temanggung, relawan Basecamp Aazoora Batursari, serta relawan Grasindo. Tim bergerak menuju titik koordinat -7.353772, 110.052753 untuk melakukan penanganan darurat. Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pemantauan terhadap arah rambatan api sekaligus menentukan langkah yang paling memungkinkan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan. Hingga sekitar pukul 15.30 WIB, kobaran api masih terlihat cukup besar dan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Upaya pemadaman menghadapi tantangan berat karena lokasi kebakaran berada di kawasan dengan kontur tanah yang sangat curam. Selain itu, embusan angin turut mempercepat pergerakan api sehingga berpotensi membuat kobaran menjalar ke kawasan hutan yang lebih luas. Di tengah keterbatasan tersebut, tim gabungan kemudian memfokuskan penanganan pada pembuatan sekat bakar secara manual. Upaya ini dilakukan sebagai langkah taktis untuk memutus jalur rambatan api sekaligus memperlambat pergerakannya menuju vegetasi hutan yang lebih lebat. Pembuatan sekat bakar menjadi salah satu strategi penting ketika titik api sulit dijangkau secara langsung. Dengan memanfaatkan kondisi medan dan membersihkan jalur yang berpotensi menjadi media rambatan api, personel berupaya menciptakan batas agar api tidak semakin melebar. Gerak cepat Babinsa bersama unsur gabungan tersebut menunjukkan pentingnya kehadiran aparat kewilayahan dalam merespons setiap kejadian yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan. Sebagai aparat teritorial yang berada dekat dengan masyarakat, Babinsa memiliki peran penting dalam memperoleh informasi awal, berkoordinasi dengan berbagai unsur, serta membantu mobilisasi kekuatan ketika terjadi bencana maupun keadaan darurat di wilayah binaannya. Kebakaran hutan di kawasan lereng Gunung Sumbing juga menjadi perhatian karena wilayah tersebut memiliki karakteristik medan pegunungan dengan vegetasi yang dapat menjadi bahan bakar apabila kondisi kering dan diterpa angin. Karena itu, penanganan tidak hanya diarahkan untuk memadamkan api, tetapi juga mengendalikan arah rambatannya agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. Upaya bersama tersebut menjadi benteng awal untuk mencegah kebakaran meluas di lereng Gunung Sumbing. Dengan koordinasi yang kuat dan kewaspadaan seluruh unsur, penanganan diharapkan dapat segera mengendalikan api sehingga tidak menjalar lebih jauh ke kawasan hutan. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan kebakaran hutan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak. Masyarakat di sekitar kawasan hutan diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.
Kembali ke Daftar