DISLAIKAD GELAR UPACARA PERINGATAN HARI OLAHRAGA NASIONAL KE-43 TAHUN 2026
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kadislaikad Brigjen TNI Fifin Firmansyah, S.E., M.M. Dalam kesempatan tersebut, Kadislaikad membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang mengusung semangat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dalam amanatnya disampaikan bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan investasi bagi bangsa. “Olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya. Ketika kita berinvestasi menuju olahraga, berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.
Olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa yang disiplin, tangguh, sportif, serta memiliki daya juang tinggi. Di sisi lain, olahraga juga merupakan investasi dalam bidang kesehatan masyarakat sehingga masyarakat semakin bugar, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Momentum Haornas ke-43 juga menjadi pengingat pentingnya membangun budaya hidup aktif di tengah masyarakat. Keberadaan Car Free Day harus dimanfaatkan sebagai salah satu ruang untuk mendorong masyarakat agar gemar bergerak dan berolahraga secara rutin, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.
Lebih lanjut, prestasi olahraga nasional harus terus didorong dan dikembangkan. Namun, prestasi tersebut tidak lahir secara instan. Atlet-atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar berolahraga. Oleh karena itu, budaya olahraga harus dibangun mulai dari lingkungan keluarga, satuan kerja, sekolah, komunitas hingga masyarakat luas.
Pelaksanaan Upacara Haornas ke-43 di lingkungan Dislaikad menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh personel akan pentingnya menjaga kebugaran, kesehatan, disiplin, dan semangat sportivitas sebagai bagian dari kesiapan dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Melalui peringatan Haornas tahun 2026, Dislaikad berkomitmen untuk terus menumbuhkan semangat “Gemar Berolahraga, Sehat, Produktif dan Berprestasi”, karena membangun budaya olahraga berarti turut membangun SDM Indonesia yang sehat, kuat, berkarakter, dan berdaya juang tinggi.