Jembatan Asa di Atas Kali Progo: Kodim Temanggung dan Warga Sambung Akses Pertanian Serta Pendidikan
TEMANGGUNG – Suara gemuruh aliran Kali Progo di Desa Giyono, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, kini tak lagi menjadi kendala menakutkan bagi para petani dan anak sekolah. Puluhan prajurit TNI bahu-membahu bersama warga setempat melakukan pengecoran Jembatan Kali Progo dalam kegiatan Karya Bakti Kodim 0706/Temanggung, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan gotong royong ini dihadiri langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly, S.Sos. Kehadiran pimpinan tertinggi Kodim Temanggung di lapangan tersebut membakar semangat para prajurit Kodim, personel Polsek Jumo, jajaran pemerintah kecamatan dan desa, serta ratusan warga yang bahu-membahu mengangkut material semen.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain Kasdim 0706/Temanggung Mayor Cba Agus Jumawan, Danramil 06/Jumo Kapten Arm R. Imam, Polsek Jumo, Camat Jumo, serta Kepala Desa Jumo Nurwanto beserta jajaran perangkat desa dan Warga Giyono.
Pembangunan jembatan dengan panjang 12 meter dan lebar 2 meter ini memiliki arti strategis bagi kemajuan desa. Selain diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro Tahun 2026, proyek ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan dieksekusi oleh TNI Angkatan Darat melalui prinsip kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly, S.Sos., menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur desa adalah bentuk komitmen nyata dalam mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat di daerah.
"Prajurit TNI lahir dari rakyat dan bekerja untuk rakyat. Kehadiran kami di Desa Giyono hari ini bukan sekadar membangun struktur beton jembatan, melainkan membangun fondasi kesejahteraan masyarakat. Jembatan Kali Progo ini adalah urat nadi baru yang akan memperlancar mobilitas pertanian dan menjamin keselamatan anak-anak kita saat menuntut ilmu," tegas Letkol Inf Richie Fadly di sela-sela kegiatan.
Pihaknya menambahkan bahwa semangat kemanunggalan gotong royong inilah yang menjadi roh utama peringatan HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro. "Kami ingin memastikan bahwa setiap program strategis nasional dari pemerintah pusat dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat hingga ke pelosok desa."Pungkas Dandim Temanggung.
Sebelum adanya pembangunan ini, warga setempat hanya mengandalkan jalan setapak dan harus menyeberangi derasnya arus Kali Progo tanpa jembatan untuk menuju lahan pertanian mereka.
Kepala Desa Jumo, Nurwanto, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Pemerintah Pusat dan TNI Angkatan Darat atas terealisasinya pembangunan akses vital yang menghubungkan Desa Giyono dan Desa Padureso tersebut.
"Dulu masyarakat sangat kesusahan. Kalau banjir, warga harus memutar sangat jauh. Sekarang kami sangat bahagia dan lega, akses ke 25 hektar lahan pertanian jadi mudah, begitu juga jalur anak-anak ke sekolah dan pondok pesantren," ungkap Nurwanto penuh bahagia
Pengecoran jembatan ini diharapkan dapat selesai tepat waktu sehingga dapat segera diresmikan dan digunakan sepenuhnya oleh mobilitas warga.