Enam Jembatan Garuda Dikawal Langsung Dandim Temanggung, Wujud Nyata TNI Menjaga Kualitas Infrastruktur Demi Kesejahteraan Rakyat
TEMANGGUNG – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mengawal pembangunan nasional kembali ditunjukkan Komandan Kodim 0706/Temanggung, Letkol Inf Richie Fadly, S.Sos., dengan meninjau langsung enam proyek pembangunan Jembatan Garuda yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Temanggung, Rabu (29/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, memenuhi standar mutu, serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Enam titik pembangunan yang menjadi lokasi peninjauan meliputi Jembatan Garuda di Desa Mojotengah, Kecamatan Kedu; Desa Giyono, Kecamatan Jumo; Desa Duren, Kecamatan Bejen; Desa Wonoboyo, Kecamatan Wonoboyo; Desa Candisari, Kecamatan Bansari; serta Desa Putat, Kecamatan Bulu. Seluruh jembatan dibangun di atas aliran sungai sebagai akses penghubung antar desa yang selama ini menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Dandim didampingi Pasiter Kodim 0706/Temanggung Kapten Inf Asrori, jajaran Danramil setempat, Bati Teritorial Kodim Peltu Subiyanto, para Babinsa, serta perangkat desa. Di setiap lokasi, rombongan meninjau progres pembangunan, mengecek kualitas material dan konstruksi, serta memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Menurut Letkol Inf Richie Fadly, pengawasan secara langsung merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk memastikan pembangunan yang menggunakan anggaran negara benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
"Jangan hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi utamakan kualitas. Jembatan yang dibangun hari ini harus mampu memberikan manfaat selama bertahun-tahun. Karena itu saya meminta Babinsa terus mengawal pembangunan bersama pemerintah desa dan memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai RAB, spesifikasi teknis, serta mengutamakan faktor keselamatan kerja," tegas Dandim.
Ia menambahkan, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya menjalankan fungsi pembinaan teritorial, tetapi juga menjadi mitra pemerintah desa dalam mengawal setiap program pembangunan agar berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai harapan masyarakat.
Keberadaan enam Jembatan Garuda tersebut memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat pedesaan. Selain menghubungkan dua desa yang sebelumnya dipisahkan oleh aliran sungai, jembatan ini menjadi jalur utama mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan pemerintahan.
Bagi para petani, jembatan tersebut akan memperlancar distribusi hasil panen seperti padi, hortikultura, dan buah-buahan menuju pasar maupun pusat distribusi. Di sisi lain, akses yang semakin mudah juga akan membantu pelajar menuju sekolah, mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan, serta mempercepat aktivitas sosial dan ekonomi antarwilayah.
Pembangunan infrastruktur yang berkualitas diyakini menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Dengan konektivitas yang semakin baik, biaya transportasi dapat ditekan, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan peluang investasi maupun pengembangan potensi desa akan semakin terbuka.
Melalui peninjauan ini, Kodim 0706/Temanggung menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat dalam mengawal pembangunan yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Kehadiran TNI di lapangan diharapkan mampu memastikan setiap program pembangunan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Temanggung.
"Infrastruktur yang baik bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menghubungkan harapan masyarakat menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Itulah yang ingin kita wujudkan bersama," pungkas Letkol Inf Richie Fadly.