Pangdam III/Siliwangi Berdialog Bersama Santri: Wujudkan Indonesia Maju dan Sejahtera
Kab. Bandung, – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., didampingi Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.Int., menggelar kegiatan “Dialog Sehari Bersama Panglima: Dari Santri untuk Indonesia Maju dan Sejahtera”. Acara berlangsung di Pondok Pesantren Baitul Arqom Al Islami, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, pada Rabu (15/7/2026).
Turut hadir Pimpinan Ponpes KH. Ibnu Athoilah Yusup Al Hafidz, S.H., Ketua Umum PP IKBAL Jamiludin, S.Pd.I., M.M., Mudir Mahad KH. Abdul Khobir Hasan, Sesepuh KH. Fuad Musthofa Hanan, serta para pejabat utama Kodam III/Siliwangi: Asintel Kolonel Kav Fadjar Wahyudi Broto, Aster Kolonel Inf Muhammad Iqbal Lubis, Kabintaljarahdam Letkol Inf Syafriadi, S.Pd., Kapendam Kolonel Inf Mahmuddin Abdillah, dan Dandeninteldam Letkol Inf Candra Gantina Somantri. Hadir pula Sekcam Pacet Asep Sukron Suherman, S.Pd., Danramil 2416/Pacet Kapten Arm Nixson, unsur TNI, Polri, Banser, serta ratusan santri dan santriwati.
Dalam sambutannya, KH. Ibnu Athoilah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana persaudaraan dan penguatan kerja sama pesantren dengan TNI. Ia menegaskan pesantren berperan strategis mencetak generasi beriman, berakhlak mulia, berilmu, serta cinta tanah air. “Nilai Islam dan kebangsaan harus berjalan seiring agar santri menjadi pelopor persatuan, toleransi, dan penjaga keutuhan NKRI,” ujarnya. Ia pun mengajak santri belajar sungguh sungguh serta bijak menyikapi kemajuan zaman demi mewujudkan Indonesia yang maju dan damai.
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih mengapresiasi peran besar ulama dan pesantren. “Santri adalah generasi penerus yang memegang peran penting menjaga keutuhan bangsa serta mengamalkan ajaran Islam yang damai dan toleran,” tegasnya. Ia mengajak santri menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi agar siap menghadapi tantangan masa depan.
Pangdam juga mengingatkan pentingnya menangkal paham radikal, sikap menutup diri, berita bohong, serta segala hal yang dapat merusak persatuan. “Semoga kerja sama antara TNI, ulama, pesantren, dan masyarakat terus terjalin kokoh demi terciptanya keamanan serta kemajuan bangsa bersama sama,” tambahnya. (Pen)