Pulang Bawa 5 Anak Ayam, Warga Bandung Bermimpi Bangun Peternakan dari Halaman Rumah
Bandung, – Jemari Icah (55) menggenggam erat keranjang bambu berisi lima anak ayam yang tak henti menciap. Bagi perempuan yang sehari-hari bekerja di perkebunan kawasan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, suara riuh itu bukan sekadar kicauan unggas. Di dalam keranjang itu, ia melihat harapan baru. Hari itu, Icah menjadi satu dari 50 warga yang menerima bantuan lima anak ayam melalui program ketahanan pangan Cikabayam (Citarum Harum Kambing dan Ayam) yang digagas Kodam III/Siliwangi.
Dengan langkah ringan, ia membayangkan halaman rumahnya yang selama ini kosong akan berubah menjadi kandang kecil tempat ayam-ayam itu tumbuh dan berkembang biak. "Bantuan dari tentara alhamdulillah. Ya terima kasih dan diterima bantuannya," ujar Icah saat ditemui, Rabu (15/7/2026).
Saat ini, ayam-ayam tersebut memang masih kecil. Namun, Icah bertekad merawatnya hingga berkembang biak. "Kalau sekarang ini masih kecil, tapi nanti kita ternakkan biar lebih besar, sekarang ada aktivitas tambahan nih saya di kebun," katanya.
Harapan serupa juga dirasakan Yadi (43), penerima bantuan lainnya. Ia mengaku pernah memiliki sekitar 15 ekor ayam petelur. Namun, satu per satu ayam itu terpaksa dijual untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, terutama menjelang hari raya. "Dulu sudah punya sekitar 15 ekor lah, berhasil nelurin gitu. Kandangnya di belakang rumah, dulu dijual dengan harga Rp 45.000 seekor," ujarnya. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Yadi berjanji tidak akan menjual ayam bantuan tersebut. Ia ingin menjadikannya modal awal membangun peternakan kecil di rumahnya. "Enggak atuh, enggak akan dijual, karena saya yakinlah dari lima ekor sekarang bisa tambah lagi," tuturnya.
Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih mengatakan, pembagian ayam bukan sekadar bantuan sosial, melainkan upaya membangun ketahanan pangan keluarga dari pekarangan rumah.
Program itu juga mengingatkannya pada masa lalu ketika ia pernah beternak ayam dan kambing. "Dulu saya juga ternak ayam dan ternak kambing. Ya, saya tularkan lah ke anak buah saya mudah-mudahan mereka juga bisa melaksanakan," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 250 ekor anak ayam dengan bobot rata-rata 8 ons dibagikan kepada 50 kepala keluarga. Masing-masing menerima lima ekor sebagai modal awal untuk diternakkan, bukan untuk dipotong. "Nah, hari ini kita panen ayam sebagian beberapa ayamnya kita sedekahkan ke masyarakat biar satu orang dapat lima biar mereka mengembangbiakkan juga bukan untuk dipotong," kata Kosasih. Ia menjelaskan, ayam-ayam tersebut berasal dari dua kandang berkapasitas sekitar 6.000 ekor.
"Ini dari dua kandang besar berpopulasi 6.000 ekor ayam," ujarnya. Ke depan, Kosasih berharap setiap rumah tangga memiliki ternak sendiri sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Selain mengembangkan ayam, Kodam III/Siliwangi juga mengembangkan peternakan domba melalui persilangan domba Garut dan domba Dorper asal Australia untuk menghasilkan bibit unggul yang lebih cepat berkembang. "Harapannya setiap rumah tangga ada ayam yang dipelihara untuk ketahanan pangan mereka masing-masing. Hari ini 250 ekor karena baru 50 kita bisa panen karena kan ada ukurannya yang ukuran kurang lebih 8 ons baru bisa kita ambil. Ini kan kurang lebih rata-rata dua bulan baru bisa kita panen," tutur Kosasih.