Sinergi di Pelosok Papua, Satgas Yonif 742/SWY dan Nakes Hadirkan Rasa Aman dan Sehat bagi Warga Wunabunggu
WUNABUNGGU, LANNY JAYA– Komitmen menghadirkan ketenteraman sekaligus kesejahteraan bagi masyarakat di daerah operasi terus diwujudkan oleh Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Koops TNI Habema. Rabu (13/7/2026),
Prajurit dari Pos TK Wunabunggu menggelar patroli keamanan yang dirangkaikan dengan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dan Pembinaan Teritorial (Binter) Terbatas. Kehadiran mereka secara khusus untuk mengawal dan membantu layanan Posyandu serta pengobatan gratis di Puskesmas Melagi, Kampung Wunabunggu.
Dalam implementasinya, kegiatan ini mengedepankan pendekatan humanis yang berpadu dengan ketangguhan taktis. Dan Pos TK Wunabunggu, Letda Inf Mathias David Metikores, menjelaskan bahwa pergerakan pasukan menuju Puskesmas Melagi tetap menggunakan formasi patroli guna memastikan stabilitas keamanan wilayah, namun dengan tujuan utama membawa misi kemanusiaan.
"Kami menyambut baik undangan dari pihak Puskesmas Melagi. Prajurit hadir tidak hanya untuk mengamankan wilayah Wunabunggu, tetapi juga untuk turun langsung menyentuh denyut nadi kehidupan masyarakat. Senyum sehat warga, terutama anak-anak, adalah semangat bagi kami di medan tugas," ujar Letda Inf Mathias.
Kolaborasi medis ini dipimpin langsung oleh Dantonkes Pos TK Wunabunggu, Lettu CKM Arya Winata, S.Kes., Ftr., bersama belasan prajurit lainnya. Setibanya di lokasi, tim kesehatan TNI langsung bahu-membahu dengan tenaga kesehatan setempat yang dikoordinatori oleh dr. Jelita beserta para bidan dan perawat (Bidan Satika Manggara, Rospawita, Pendina Kogoya, serta Perawat Eva, Aguk, Kelince Weya, Epenetus Anes, dan Mirance Kiwo).
Menyikapi pelaksanaan tugas tersebut, Dantonkes Lettu CKM Arya Winata, S.Kes., Ftr., menegaskan bahwa tugas prajurit tidak terbatas pada kokangnya senjata. "Kehadiran kami di sini melampaui tugas pengamanan wilayah. Merawat luka, menyembuhkan sakit, dan menjaga senyum anak-anak Papua adalah kehormatan tertinggi bagi kami. Prajurit TNI akan selalu menjadi pelindung sekaligus pelayan kesehatan bagi rakyat, karena setiap tetes keringat kami adalah nyawa bagi pengabdian ini," tegasnya.
Sinergi tersebut membuahkan hasil pemeriksaan yang sangat positif. Sebanyak 14 anak balita yang mengikuti Posyandu tercatat memiliki data kesehatan normal dan bebas stunting. Selain itu, tim juga memberikan pelayanan pengobatan dan pengecekan tensi kepada warga dewasa yang memiliki keluhan sakit, salah satunya adalah Bapa Yutius Kiwo, seorang pendeta setempat yang mendapatkan penanganan untuk kondisi osteoartritis.
Menanggapi keberhasilan kegiatan di jajarannya, Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat adalah bagian tak terpisahkan dari pengabdian prajurit.
"Kehadiran personel kami di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung kolaborasi kesehatan bersama Puskesmas Melagi, merupakan wujud nyata dari implementasi pilar teritorial yang terus kami bangun. Kami ingin memastikan setiap langkah kaki prajurit Satgas Yonif 742/SWY mampu memberikan dampak positif, menghadirkan rasa aman yang kondusif, dan menjadi solusi nyata bagi kesulitan warga di garis depan," tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro.
Pelayanan tulus dari prajurit TNI ini disambut dengan haru dan rasa syukur oleh warga. Bapa Yutius Kiwo mewakili masyarakat Wunabunggu menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian tersebut.
"Terima kasih kepada bapak-bapak TNI. Kehadiran personel Satgas membuat masyarakat merasa aman dan sangat terbantu. Mereka selalu hadir di tengah kami, baik di bidang kesehatan maupun bantuan lainnya," tuturnya.
Seluruh rangkaian kegiatan Komsos dan Binter Terbatas ini berhasil mempererat kedekatan antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Tepat pada pukul 12.00 WIT, seluruh personel Pos TK Wunabunggu kembali dan tiba di titik kumpul (TK) dalam keadaan aman dan lengkap, siap untuk melanjutkan tugas pengabdian berikutnya.