Pahlawan di Garis Depan, Prajurit Satgas Yonif 742/SWY Lindungi dan Rawat Warga yang Kesulitan Akses Kesehatan
WUNABUNGHU, LANY JAYA – Dalam upaya mewujudkan stabilitas keamanan sekaligus sebagai wujud nyata kepedulian kemanusiaan di wilayah pedalaman, prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY melalui Titik Kuat (TK) Wunabunggu menggelar patroli keamanan dan pelayanan kesehatan di Kampung Mbu, Distrik Melagi, Kabupaten Lani Jaya, Minggu (12/7/2026).
Kehadiran dua belas prajurit yang dipimpin oleh Dantim III, Sertu Rifaldi Ode Ridjaya, disambut penuh rasa haru dan syukur oleh masyarakat setempat. Bagi warga Kampung Mbu, kehadiran TNI tidak hanya memberikan jaminan keamanan dari gangguan, tetapi juga menjadi jawaban atas minimnya akses fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa setiap langkah prajurit di tanah Papua harus selalu membawa kedamaian dan solusi bagi kesulitan rakyat.
"Kehadiran prajurit TNI di pedalaman Papua adalah wujud nyata kasih sayang negara kepada rakyatnya. Tugas pokok kami mengamankan wilayah harus selalu berjalan beriringan dengan pendekatan kemanusiaan. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat yang nyata dari kehadiran kami, baik dari sisi rasa aman maupun kesehatan," ujar Letkol Inf Dedi Risdiantoro.
Senada dengan hal tersebut, Komandan Pos (Danpos) TK Wunabunggu, Letda Inf Mathias David Metikores, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian tanpa batas bagi ibu pertiwi.
"Kami tidak hanya memanggul senjata untuk menjaga kedaulatan, tetapi juga membawa obat-obatan untuk memastikan saudara-saudara kita di sini mendapatkan hak kesehatan yang layak. Senyum masyarakat Kampung Mbu yang merasa terbantu adalah kebanggaan terbesar dan suntikan moral bagi prajurit kami di lapangan," tegas Letda Inf Mathias David Metikores.
Kegiatan yang merangkum Komunikasi Sosial (Komsos) dan Pembinaan Teritorial (Binter) Terbatas ini diawali dengan pengecekan pasukan di TK Wunabunggu. Setibanya di Kampung Mbu, prajurit langsung menyebar untuk melaksanakan pengamanan perimeter sekaligus membuka posko pelayanan kesehatan sederhana. Warga secara antusias datang untuk memeriksakan kesehatan mereka dan bertegur sapa dengan para prajurit.
Masyarakat Distrik Melagi, khususnya di Kampung Mbu dan Wunabunggu, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif ini. Bantuan medis tersebut sangat krusial di tengah keterbatasan sarana kesehatan yang ada di distrik mereka.
Setelah memastikan seluruh rangkaian Komsos, Binter Terbatas, dan pelayanan kesehatan selesai dengan baik, kedua belas personel TK Wunabunggu kembali dalam keadaan aman dan lengkap.