Gotong Royong Jembatan Garuda: Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Melaya
JEMBRANA – Jajaran Kodim 1617/Jembrana mempertegas komitmennya dalam mengawal program pemerintah terkait percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta pelosok desa.
Di bawah komando langsung Komandan Kodim (Dandim) 1617/Jembrana, Letkol Inf S.y Gafur Thalib, personel TNI bersinergi dengan masyarakat menggelar aksi gotong royong penyiapan pondasi footplat untuk pembangunan Jembatan Beton Garuda di Sungai Sangiang Gede, Banjar Moding Kaja, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Senin (13/07/2026).
Akselerasi Program Pemerintah Melalui Kemanunggalan TNI
Pembangunan Jembatan Beton Garuda ini merupakan wujud nyata implementasi program Pemerintah Pusat yang diturunkan melalui TNI Angkatan Darat untuk membuka isolasi geografis dan menstimulus pertumbuhan ekonomi pedesaan.
Dandim 1617/Jembrana, Letkol Inf S.y Gafur Thalib, menegaskan bahwa TNI memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap program pembangunan dari pemerintah dapat berjalan akseleratif dan tepat sasaran.
"Pembangunan jembatan ini memiliki nilai strategis yang sangat besar bagi mobilitas dan konektivitas perekonomian warga. Kodim 1617/Jembrana akan terus mengawal dan mendukung penuh proses pembangunannya agar selesai tepat waktu sesuai target pemerintah," ujar Letkol Inf S.y Gafur Thalib.
Selain fokus pada target fisik infrastruktur, Letkol Inf S.y Gafur Thalib juga memberikan apresiasi tinggi terhadap tingginya partisipasi publik dan semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh warga Desa Candikusuma.
Menurut Dandim, sinergi di lapangan merupakan kunci keberhasilan pembangunan nasional:
Fondasi Kekuatan Bangsa: Budaya gotong royong adalah warisan leluhur yang memperkuat ketahanan wilayah.
Kehadiran langsung para tokoh seperti Klian Banjar Moding Kaja (I Kadek Aryata Wisnawa), Klian Adat Pangkung Blatung (I Ketut Astika), dan Klian Tempek (Agung Komang Sudiarsana) menjadi bukti kemitraan yang solid.
"Kemanunggalan TNI dan rakyat adalah roh dari pengabdian kami. Kami optimis infrastruktur ini tidak hanya mempercepat akses transportasi, tetapi juga mendongkrak indeks kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Melaya," pungkas Dandim.