Jl. Veteran, RT.3/RW.2, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
+62-21-3848300
Beranda/ Informasi Publik/ Kodam IX/Udayana
Kodam IX/Udayana 07 July 2026

Atasi Stunting, Anggota Satgaster Pos Halibete 2 Berikan Pelatihan Pembuatan Tempe Kepada Kader Posyandu

Atasi Stunting, Anggota Satgaster Pos Halibete 2 Berikan Pelatihan Pembuatan Tempe Kepada Kader Posyandu
SATGASTER KODIM 1605/BELU, Sebagai upaya untuk membantu menambah pendapatan ekonomi keluarga, Anggota Satgaster Kodim 1605/Belu Pos Halibete 2 Serda Hironimus Kono memberikan pelatihan pembuatan tempe kepada ibu-ibu Kader Posyandu di Dusun Raibulan, Desa Maneikun, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, Minggu (5/7/2026). Selain sebagai upaya untuk membantu menambah ekonomi masyarakat, kegiatan praktek pembuatan tempe yang diikuti oleh Ibu-ibu kader posyandu ini bertujuan untuk membekali kader posyandu dengan keterampilan mengolah tempe sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bergizi tinggi dan murah guna menekan angka stunting (kondisi gagal tumbuh pada balita akibat gizi buruk). Serda Hironimus Kono mengatakan proses pembuatan tempe ini tergolong mudah dan bahan baku mudah didapat dan murah. Oleh karena itu berbekal ketrampilan yang dimilikinya Ia memberikan pelatihan kepada ibu-ibu kader posyandu cara pembuatan tempe. Ia menambahkan, tempe kaya akan kandungan nutrisi dan juga sebagai sumber protein tentu sangat bermanfaat bagi tubuh manusia khususnya anak-anak untuk perkembangan otak dan mata anak, hal ini karena kandungan protein dalam tempe tergolong mudah dicerna sehingga dapat digunakan dalam program peningkatan berat badan terutama pada balita. "Tempe adalah sumber protein nabati yang jauh lebih murah daripada daging atau ayam, sehingga cocok untuk dana Posyandu yang terbatas. Selain itu juga untuk mencegah stunting hal ini karena tempe kaya akan protein dan asam amino, zat gizi ini sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan otak balita" jelas Serda Kono. Ia juga berharap pembekalan yang diberikan ini dapat menjadi peluang usaha baru bagi ibu-ibu untuk menambah penghasilan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah perbatasan, selain itu dapat juga menekan angka stunting. "Harapan saya masyarakat bisa memiliki penghasilan tambahan sendiri selain dari pekerjaan sehari-hari sehingga dapat mendorong peningkatan perekonomian keluarga" ucap Kono. Kegiatan praktek pembuatan tempe tersebut mendapat antusias penuh dari Ibu-ibu Kader Posyandu dan mereka berharap kegiatan ini bisa berlanjut karena sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga terutama gizi bagi anggota keluarga.
Kembali ke Daftar