Pembangunan Jembatan Gantung Oemasi Pererat Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat
NTT-KUPANG, - Kebersamaan antara Babinsa dan masyarakat kembali terlihat dalam proses pembangunan jembatan gantung sepanjang 100 meter yang melintasi Sungai Oemasi di Desa Tanini, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Pada tahapan pekerjaan kali ini, Babinsa bersama warga melaksanakan pembuatan profil pangkuan untuk pengecoran pondasi cakar ayam sebagai bagian penting dalam memperkuat struktur dasar jembatan agar kokoh dan aman digunakan masyarakat. Minggu (05/07/2026).
Pembuatan pondasi cakar ayam menjadi salah satu tahapan vital dalam konstruksi jembatan. Cakar ayam merupakan susunan besi beton yang berfungsi memperkuat pondasi sehingga mampu menopang beban konstruksi secara maksimal. Dengan pengerjaan yang teliti dan sesuai standar teknis, pondasi ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan jembatan terhadap beban maupun kondisi alam di sekitar Sungai Oemasi.
Semangat gotong royong antara Babinsa dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan jembatan tersebut. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah warga tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menunjukkan komitmen TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat melalui pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Jembatan ini nantinya akan menjadi akses penting yang memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas perekonomian di wilayah Desa Tanini dan sekitarnya.
Dandim 1604/Kupang, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan masyarakat. "Kemanunggalan TNI dengan rakyat harus terus diwujudkan melalui karya nyata yang bermanfaat. Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan memperlancar aktivitas masyarakat Desa Tanini serta wilayah sekitarnya," tegas Dandim.