Sinergi TNI dan Warga Gotong Royong Dalam Upaya Mendukung Pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Di Desa Lokapaksa
SERIRIT, (22/06/2026) – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga Minggu, progres pembangunan telah mencapai 72 persen. Program yang digagas sebagai sarana peningkatan konektivitas antarwilayah ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi di kedua desa.
Pada tahap pekerjaan fisik, sejumlah sasaran utama telah menunjukkan capaian yang menggembirakan. Pemasangan batu gunung lantai dasar pilon dan pengecoran telah selesai 100 persen. Pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi dekat juga telah rampung seluruhnya, disusul pengecoran pondasi yang mencapai 100 persen. Sementara itu, pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi jauh telah mencapai 99 persen dan pengecorannya telah terealisasi 90 persen. Pekerjaan pemasangan besi cerucuk untuk pondasi tiang pylon dan besi angkur bandul juga terus dikebut dengan capaian 75,5 persen.
Selain pekerjaan struktur utama, kegiatan pendukung lainnya juga terus berjalan. Mapping lokasi pemasangan anchor telah mencapai 75 persen, sedangkan penggalian lubang anchor bentangan bawah mencapai 85 persen. Pemasangan bowplank untuk penggalian pondasi tapak di kedua sisi jembatan telah selesai 100 persen. Di sisi logistik, proses dropping dan pelangsiran material terus dilakukan, baik di tepi dekat maupun tepi jauh, guna memastikan ketersediaan bahan bangunan yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran pembangunan.
Jembatan gantung ini memiliki panjang bentangan sungai sekitar 50 meter dengan panjang keseluruhan jembatan mencapai 60 meter. Keberadaan jembatan nantinya akan menjadi akses strategis yang menghubungkan dua wilayah desa yang selama ini dipisahkan oleh aliran sungai. Dengan infrastruktur yang lebih memadai, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses yang lebih aman, cepat, dan efisien dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Pelaksanaan pembangunan pada hari ini melibatkan 53 personel TNI AD dari jajaran Koramil, didukung oleh 10 orang masyarakat setempat. Sinergi antara TNI dan warga menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan. Untuk pekerjaan selanjutnya, tim akan melaksanakan pengecoran tiang seling angin di tepi jauh sebagai bagian dari tahapan konstruksi berikutnya. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan terkendali.