Kodim Temanggung Perkuat Kedaulatan Digital Melawan Disinformasi
TEMANGGUNG-Di tengah hiruk pikuk informasi yang membanjiri ruang digital, Komando Distrik Militer
(Kodim) 0706/Temanggung mengambil sikap tegas. Dalam upacara bendera 17-an bulan Juni tahun
anggaran 2026 yang sakral di halaman Makodim Temanggung, Rabu (17/06/2026) pagi, para prajurit
dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI AD dihadapkan pada realitas ancaman modern yang kian kompleks.
Bukan lagi hanya pertempuran fisik, namun kini benteng pertahanan negara harus diperkokoh dari
serangan hibrida yang tak kasat mata.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0706/Temanggung Mayor Cba Agus
Jumawan, membacakan amanat tertulis Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro,
Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han. Pesan yang disampaikan sungguh mengena, menyoroti
bagaimana ancaman non-militer kini gencar menyerang pola pikir masyarakat Indonesia.
"Penyebaran disinformasi, hoaks, dan narasi destruktif sengaja dibuat untuk merusak dan mendegradasi
kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Tindakan sistematis seperti ini perlu kita waspadai
sebagai ancaman nyata yang dirancang untuk memicu perpecahan sosial, menciptakan krisis
multidimensi, serta melemahkan kedaulatan ekonomi dan keamanan nasional," tegas Mayor Cba Agus
Jumawan saat membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro di hadapan seluruh peserta upacara.
Pangdam IV/Diponegoro mengingatkan bahwa ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar
rupiah yang menekan stabilitas ekonomi nasional, kini beriringan dengan munculnya hambatan
terorganisir di lapangan maupun di ruang digital. Upaya pemerintah dalam mengintensifkan program
swasembada pangan dan kemandirian energi justru kerap diganggu oleh narasi-narasi destruktif yang
menusuk dari berbagai sudut.
Lebih lanjut, Mayor Jenderal TNI Achiruddin dalam amanat tertulisnya menekankan bahwa ancaman
non-militer semacam ini memiliki daya rusak yang sangat berbahaya. Ia menjelaskan bagaimana
serangan ini bekerja secara perlahan, mengikis nilai-nilai kebhinekaan serta persatuan bangsa yang telah
kita jaga bersama. Oleh sebab itu, jajaran Kodam IV/Diponegoro dituntut memelihara semangat
pengabdian dan meningkatkan kewaspadaan yang tinggi demi membentengi negara dari segala upaya
pelemahan, baik yang bersumber dari dalam maupun luar negeri.
Selain aspek geo-strategis yang krusial, komando atas juga menggarisbawahi pentingnya evaluasi ketat
operasional menyongsong berakhirnya program anggaran Semester I TA 2026. Seluruh jajaran
diperintahkan segera melakukan pengecekan konkret terhadap daya serap anggaran serta capaian
program kerja satuan agar tuntas secara akuntabel, tepat waktu, dan bebas dari segala bentuk
penyimpangan keuangan negara.
Di bidang Pembinaan Satuan (Binsat), Pangdam IV/Diponegoro menginstruksikan agar program
pembinaan dilaksanakan secara terukur, realistis, dan berkesinambungan. Fokus utama wajib diarahkan
pada tiga pilar kesiapsiagaan operasional: pemantapan fisik yang prima, kemahiran menembak, serta
penguasaan taktik dan teknik tempur yang mumpuni. Komando atas juga menekankan pentingnya
efisiensi logistik yang ketat terkait penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), listrik, dan air, sebagai
bentuk tanggung jawab moral atas fasilitas yang diberikan oleh negara.
Menutup upacara, Kasdim meneruskan pesan tegas dari Pangdam agar seluruh prajurit dan PNS bijak
dalam menggunakan media sosial. Ia mengingatkan agar menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum,
menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta senantiasa menjaga
citra positif TNI AD sebagai satuan yang profesional, modern, dan dicintai rakyat. Upacara yang diikuti
oleh Jajaran Perwira, Bintara, Tamtama, dan PNS Kodim 0706/Temanggung ini berlangsung khidmat
dengan Komandan Upacara Danramil 15/Kledung, Kapten Cke Eko Sudibyo, S.Sos., Perwira Upacara
Perwira Seksi Personel (Pasi Pers), Kapten Arm Redi Antoni, serta Petugas Upacara Personel dari Koramil
02/Kedu.