Dandim 1618/TTU Tinjau Lokasi Jembatan Perintis Garuda, Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Noebaun
NTT-TTU., Komitmen TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah terus diwujudkan melalui berbagai langkah nyata di lapangan. Salah satunya dilakukan Komandan Kodim 1618/TTU, Letkol Arm Bambang Heryanto, S.Sos., yang melaksanakan survei lokasi rencana pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Sungai Oe Ika, Desa Noebaun, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara, Senin (08/06/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi Danramil 1618-01/Miotim Mayor Inf Ery N. M. Ninu, S.Pd., Pasi Ter Kapten Inf Agus Dakosta, Babinsa, serta perangkat desa setempat.
Kedatangan Dandim 1618/TTU beserta rombongan mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan Pemerintah Desa Noebaun yang dipimpin Sekretaris Desa, Bapak Tinus Rao. Sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu kehormatan, prosesi penerimaan dilaksanakan melalui tradisi adat Takanab, yang mencerminkan nilai persaudaraan, penghargaan, dan kebersamaan yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat Timor. Suasana penuh keakraban terlihat sejak awal kegiatan, menandakan harapan besar masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur yang akan hadir di wilayah tersebut.
Usai prosesi adat, Dandim bersama rombongan bergerak menuju titik yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan jembatan. Peninjauan dilakukan secara detail dengan mengamati kondisi geografis, karakteristik aliran sungai, jalur penghubung antarwilayah, serta berbagai aspek teknis lainnya. Langkah tersebut bertujuan memastikan bahwa pembangunan yang direncanakan benar-benar berada pada lokasi yang tepat, aman, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, direncanakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda dengan bentang kurang lebih 75 meter yang akan melintasi Sungai Oe Ika. Kehadiran sarana penghubung ini diharapkan menjadi solusi atas berbagai kendala mobilitas yang selama ini dihadapi warga, terutama saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat dan menghambat aktivitas masyarakat. Selain memperlancar arus transportasi, jembatan tersebut juga diyakini akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi, pendidikan, serta pelayanan sosial yang lebih baik.
Dandim 1618/TTU Letkol Arm Bambang Heryanto, S.Sos. menyampaikan bahwa setiap program pembangunan yang dilaksanakan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga. Oleh karena itu, survei lapangan menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh perencanaan berjalan sesuai kondisi riil di lapangan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan hanya menghadirkan sarana fisik, tetapi juga menjadi jembatan harapan yang mampu mendekatkan akses pelayanan, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Melalui peninjauan tersebut, Kodim 1618/TTU menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah pedesaan dan perbatasan. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi modal utama untuk mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Besar harapan masyarakat Desa Noebaun agar rencana pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat segera terealisasi, sehingga mampu menghadirkan perubahan positif dan mempercepat kemajuan wilayah di masa mendatang.
(PENDIM 1618/TTU)