Dandim 1624/Flotim Hadiri Sarasehan Konflik Komunal di Adonara, Dorong Penyelesaian Konflik Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila
Flores Timur – Pemerintah Kabupaten Flores Timur menggelar Sarasehan Penanganan Konflik Komunal bertajuk Jalan Baru Kemartabatan Lewotana di Kantor Desa Horinara, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur, Senin (01/02/2026). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Flores Timur ini dihadiri sekitar 500 peserta yang terdiri dari para camat, kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimda se-daratan Adonara.
Sarasehan tersebut menghadirkan berbagai pandangan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, serta unsur Forkopimda yang menekankan pentingnya rekonsiliasi, penguatan nilai-nilai adat, serta membangun kesadaran bersama untuk menjaga persatuan dan mencegah konflik sosial yang dapat merugikan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Komandan Kodim 1624/Flotim Letkol Inf. Erly Merlian, S.I.P. menyampaikan bahwa adat merupakan warisan luhur yang mengajarkan kebaikan, penghormatan kepada sesama, pengendalian diri, dan kebijaksanaan dalam bertindak. Menurutnya, adat tidak pernah mengajarkan kekerasan sebagai jalan penyelesaian masalah.
“Ketika konflik terjadi, tidak ada pihak yang benar-benar menang. Yang muncul justru kerugian, rusaknya hubungan persaudaraan, terganggunya aktivitas masyarakat, melemahnya perekonomian, serta hilangnya rasa aman. Karena itu seluruh elemen masyarakat harus bersatu menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan-kepentingan yang dapat memecah persatuan,” tegas Dandim.
“Kedepankan nilai-nilai Pancasila yang luhur sebagai benteng pemersatu bangsa. Jangan mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan. Mari kita jadikan nilai-nilai Pancasila, adat, budaya, dan semangat gotong royong sebagai fondasi dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis,” ujar Dandim.
Melalui kegiatan sarasehan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa perdamaian merupakan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat. Selain menjadi wadah mencari solusi atas berbagai konflik yang terjadi, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan persaudaraan antar desa, mempererat nilai-nilai budaya Lamaholot, serta membangun komitmen bersama untuk mewariskan kehidupan yang aman, damai, dan harmonis kepada generasi mendatang.
Dengan semangat kebersamaan dan persatuan, masyarakat Adonara diharapkan mampu menjadi contoh dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.