Menembus Batas di Ujung Negeri, Bakti Heroik dan Senyum Hangat Satgas Yonif 742/SWY untuk Papua
Di pedalaman Papua yang jauh dari hiruk-pikuk kota, para prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Pos TK Wunabunggu hadir tak sekadar sebagai tameng negara, tetapi juga pembawa harapan, mereka menggelar "Safari Honai"—sebuah misi kemanusiaan yang mengetuk pintu-pintu warga untuk berbagi sembako, memberikan pengobatan gratis, dan menyambung tali persaudaraan. Jumat (22/5/2026)
Di bawah komando Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., para prajurit diterjunkan bukan hanya untuk menjaga tapal batas, melainkan untuk menjadi pelindung yang merangkul rakyat kecil.
"Kami ingin memastikan kehadiran prajurit mampu memberikan solusi, meringankan beban, dan membawa senyum bagi masyarakat Wunabunggu. TNI akan selalu menjadi pelayan bagi rakyat," tegas Letkol Inf Dedi.
Sejalan dengan arahan tersebut, Komandan Pos (Danpos) TK Wunabunggu, Letda Inf Mathias David Metikores, menjelaskan bahwa kegiatan yang dipimpin langsung di lapangan oleh Sertu Rifaldi Ode Ridjaya ini untuk menyentuh langsung denyut kehidupan warga. Melalui pendekatan yang hangat dan kekeluargaan, tim mendatangi honai-honai warga
Bukan sekadar tugas, ini adalah panggilan kemanusiaan. Sentuhan hangat tenaga medis Serda Muamrin hari itu menjadi pelipur lara dan berhasil mengembalikan senyum sehat bagi enam warga Wunabunggu, Ibu Deli Kiwo (keluhan nyeri pinggang), Ibu Weti Nakeo (keluhan tidak nafsu makan, Adik Asio (keluhan sakit perut), Adik Jois (keluhan demam), Bapak Delfius Weya (keluhan nyeri tulang), Bapak Yutius Kiwo (keluhan sakit kaki)
Kehadiran Satgas Yonif 742/SWY membuktikan satu hal di garis batas kedaulatan negara, TNI bukan hanya mengangkat senjata, melainkan menjadi detak jantung kemanusiaan yang merawat dan mencintai rakyat Papua sepenuh hati.
(Pen Satgas 742)