Kab. Bandung, – Dandim 0624/Kabupaten Bandung diwakili oleh Kasdim, Mayor Inf Yovi Yohana, menghadiri rangkaian kegiatan pembukaan Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam dengan tema “Kokoh Identitasnya, Tumbuh Gerakannya”. Kegiatan yang juga menjadi ajang Silaturahmi Nasional ini berlangsung di Sutan Raja Hotel and Convention Center, Jalan Raya Soreang Kilometer 17 Nomor 10, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, pada hari Sabtu (25/04/2026).
Kegiatan bersejarah ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, pejabat tinggi negara, pimpinan organisasi, serta perwakilan kader dari seluruh penjuru tanah air yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Drs. Listiyo Sigit Prabowo, M.Si, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Atip Latipulhayat, S.H, LLM, Ph.D, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam KH. Dr. Jeje Zaenudin, M.Ag, Anggota DPR RI Komisi X M. Hoerudin Amin, S.Ag, M.H, serta sejumlah pejabat tinggi Mabes Polri dan Polda Jawa Barat.
Hadir pula Inspektur Daerah Militer III/Siliwangi Brigjen TNI Inf Nurul Yakin, S.E., M.M., M.A., M.Han, Bupati Kabupaten Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si, unsur Muspida dan Muspika setempat, para mantan pimpinan organisasi, serta seluruh pengurus dan kader Pemuda Persatuan Islam.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam masa bakti 2021–2026, H. Ibrahim Nasrul Hag Alfahmi, S.Pd., menyampaikan bahwa Muktamar XIV ini menjadi momentum transformasi gerakan menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang regenerasi kepemimpinan, melainkan upaya menjawab tantangan zaman yang berlandaskan dua prinsip utama, yaitu Istiqomah pada Manhaj dengan tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai identitas, serta Adaptasi Kontemporer agar pemuda menjadi cerdas secara intelektual, melek teknologi, dan mandiri secara ekonomi demi kemajuan umat dan bangsa,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam KH. Dr. Jeje Zaenudin mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin berat, di antaranya maraknya paham liberalisme, anarkisme, peredaran narkoba, serta kerusakan moral. Oleh karena itu, pemuda harus dibekali ilmu agama, ilmu pengetahuan umum, dan kemampuan digital agar mampu menjadi kader peradaban yang andal.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Atip Latipulhayat berharap agar Pemuda Persatuan Islam dapat menjadi penyeimbang sekaligus benteng pertahanan generasi muda dari pengaruh negatif kemajuan teknologi yang dapat menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai agama dan budaya bangsa.
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listiyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas peran serta organisasi ini yang selama ini konsisten menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tiga poin penting juga disampaikan oleh Kepala Polri untuk dijadikan pedoman bersama:
Sinergitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, mengajak pemuda menjadi garda terdepan menangkal paham radikalisme, narkoba, dan kejahatan siber.
Peran sebagai Pendingin Suasana, di mana ditengah dinamika situasi dunia yang mempengaruhi kondisi ekonomi nasional, Pemuda Persis diharapkan tetap menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
Transformasi Positif, mendorong organisasi untuk terus berinovasi dan menguasai perkembangan teknologi agar mampu menjawab berbagai tantangan zaman.
Dalam kegiatan ini juga dijelaskan secara rinci tahapan proses pemilihan pemimpin baru yang akan memimpin organisasi ke depannya, yang dilakukan secara demokratis, transparan, dan tetap berlandaskan nilai-nilai agama.
Tahapan tersebut meliputi penjaringan calon, verifikasi syarat, pemilihan tim formatur, musyawarah penentuan pemimpin, hingga puncaknya adalah prosesi Bai’at atau janji setia yang menjadi tahapan paling sakral dalam mekanisme organisasi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, aman, tertib, serta penuh suasana kekeluargaan dan ukhuwah Islamiyah. (Pen)