Majalengka, - Upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok terus diperkuat. TNI bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka resmi memulai pembangunan Jembatan Perintis Garuda melalui prosesi peletakan batu pertama di Kecamatan Lemahsugih, pada Senin, 6 April 2026.
Groundbreaking berlangsung di Blok Batujurung, Dusun Gunungseureuh, Desa Sinargalih, yang akan menjadi titik penghubung menuju Blok Cicariang, Dusun Mekarjaya, Desa Padarek.
Jembatan dengan panjang sekitar 80 meter dan lebar 1,2 meter ini dirancang untuk membuka akses antarwilayah yang selama ini terkendala kondisi geografis.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Dandim 0617/Majalengka, Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu, serta jajaran Forkopimcam dan pemerintah desa setempat.
Dandim 0617/Majalengka menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program percepatan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah terpencil.
Selain aspek fisik, proyek ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat melalui program bakti TNI. "Pembangunan ini tidak hanya membuka akses, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam pemerataan pembangunan di wilayah yang sulit dijangkau," ujarnya.
Prosesi peletakan batu pertama menjadi simbol dimulainya harapan baru bagi masyarakat setempat. Selama ini, keterbatasan akses menjadi hambatan utama mobilitas warga, termasuk dalam distribusi hasil pertanian dan kebutuhan logistik.
Dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda, akses transportasi diharapkan menjadi lebih lancar, pelayanan publik semakin mudah dijangkau, serta aktivitas ekonomi masyarakat meningkat signifikan. Jalur distribusi hasil bumi yang sebelumnya terhambat kini berpotensi lebih efisien dan kompetitif.
Pembangunan jembatan ini diproyeksikan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah di Kabupaten Majalengka, khususnya di Kecamatan Lemahsugih. (Pen)